Jumat, 09 Oktober 2009

Keracunan Susu



Sepanjang hidup ku, baru pertama kali ini aku mengalami suatu kejadian yang membuat dunia entertaiMEn, persilatan dan perdagangan runtuh, yakni KERACUNAN SUSU.

Wduh….kok ndak mbois sorooo eaaa???

Sakit kok gr2 keracunan susu. Sungguh suatu wabah penyakit yang amat sangat TIDAK ELIT dan gak MBOIS!!!

Kejadian jayus ini menimpa ku di pagi hari yang cerah.

Hari Rabu Kliwon masak rawon, 8 september 2009

Pagi itu, aku terlambat bangun. Lantaran bermimpi menjadi seorang Supermen . Aku terus melanjutkan pemetaan (bhs keren x NGILER) di atas bantal, tanpa mengacuhkan deringan jam weker bergambar miki mos yang duduk manis di sebelah kuping ku.

Melihat sang empu tergolek mesum di atas kasur, Si Chit Zu mengambil ancang2 untuk membangunkan ku. Dan yaaaak...

Si Ganjen Chit Zu berhasil menerkam jempol kaki ku. Sontak aku pun terbangun. Mata yg awalnya berdiameter 2,3 cm. kini mengalami pembesaran menjadi 6,22 cm miopi. dengan mata melotot, aku bangun dan bergegas mandi.

Pukul 07.05 am.

Lokasi: depan kamar mandi

Oh em Ji…hom pim pa ala I hom gambreng.

Waktu menunjukkan pukul 16.45 Waktu Indonesia Bagian Terbalik.It means....AKU TERLAMBAT DODOL!!! (note: aku msk skul jam 7.30). gak pake lama…aku langsung jogging di rumah…mondar mandir lari sna…lari sni…cari seragam, cari kaos kaki, cari B*, cari Kanc**, cari kacamata selam, cari sepatu katak.

Waduh…semuanya berhamburan dimana-mana.

Wowowo…waduh…alamat ndak sarapan pagi ini, pikirku dlm hati. Saat hendak melintasi ruang makan, aku melihat hamparan roti membentang dan segelas susu berdiri tegak menjulang.

Seluruh cacing dan naga yg mendiami perut ku sontak bernyanyi.

”susu nunus hiaaaaa…mauuu aaaah”.

Dengan penuh nafsu, aku meneguk susu putih itu tanpa ragu.

Satu teguk,,,lezaaat

Dua teguk,,,nikmat

Tiga teguk,,,mantab

Empat teguk,,,MUNTAAAAB

Hoooekkk…

“ma…mama…ini susu e kok aneh ya. Kok susunya ada yang ngendap???” tanya ku pada mama sambil mengocok2 gelasnya.

Mama datang....”lho heh??? Kamu minum susu di atas meja itu???” (expresi mama serius seperti wktu nonton si KAKA main bola)

”itu kadaluarsa babbbiiiy...aduuhh...kok belum di buang sih sm adikmu??? Dasar nakal adikmu itu...ayo sini cepet minum air puti yg bnyk!!!”

Begitu mendengar kata2 ”Kadaluarsa”, otak ku langsung bekerja cepat membuka kamus perbendaharaan kata ku, mencari arti kata ”kadaluarsa”.

”ka-dal-luar-sa”....”ka-dal-lu-ar-sa”…aduhhh apa ya artinya???

Oh m gi…kadaluarsa…its mean BASI.

Mata ku berkunang-kunang,,,berkupu-kupu…bergajah-gajah.

Kepala ku yg ceking jdi pening, dan aku pun takut jdi sinting.

Perut ku mulas, seperti diremas, sama si omas.

Badan ku mengigil...seperti orgil...yg hobi ngupil.

Pikiranku kacau,,,

SUSU BASI diminum = KERACUNAN = MATI

”Oh Tuhan,,,Jika memang ini kehendak Mu,Hanya satu pinta ku.

Aku tak pipis dulu...”